• FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SAMAWA
  • Meujudkan Pertanian Modern dan Berdaya Saing Global !!!

Mengapa Penegakan Hukum Saja Tidak Cukup? Mengurai Insentif Ekonomi di Balik Illegal Logging

Baik, ini ekstrak murni isinya:


Oleh: Yadi Hartono Dekan Fakultas Pertanian Universitas Samawa sekaligus Mahasiswa Doktor Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Universitas Mataram

Illegal logging kita akui bersama sebagai salah satu ancaman terbesar bagi keberlanjutan hutan kita. Dampaknya macam2 yang semua kita sudah tahu bersama. Kesadaran dampaknya yang sedemikian merusak itu, maka regulasi diperketat, satgas dibentuk, pengawasan lapangan ditingkatkan, operasi penindakan rutin dilakukan. Namun, kayu ilegal masih terus mengalir ke pasar. Ini Paradoks.

Ketika satu jalur distribusi diputus, jalur lain muncul. Satu kelompok pelaku ditangkap, kelompok lain ambil alih peran yang sama. Praktik ini seolah-olah punya kemampuan untuk bertahan dan beregenerasi meskipun tekanan hukum terus meningkat.

Fenomena ini, lalu memunculkan pertanyaan mendasar, jika ancaman hukuman sudah semakin berat dan operasi penindakan semakin intensif, mengapa illegal logging tetap berlangsung?

Mengapa banyak pelaku tetap bersedia mengambil risiko ditangkap dan dipenjara?

Ini mengisyaratkan bahwa persoalan illegal logging tidak semata-mata berkaitan dengan lemahnya penegakan hukum, melainkan juga dengan adanya insentif ekonomi yang membuat aktivitas tersebut tetap menarik untuk dilakukan. Lalu apa?

Pertama, aktivitas ini mampu menghasilkan kayu dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan sistem legal. Pelaku ilegal tentu tidak perlu mengeluarkan biaya perizinan, dan berbagai biaya kepatuhan lainnya yang harus ditanggung oleh pelaku legal. Akibatnya, kayu ilegal dapat dipasarkan dengan harga yang lebih murah sambil tetap memberikan keuntungan yang tinggi bagi pelakunya. Sudah dipastikan kayu ilegal dalam volume besar masuk ke pasar akan menciptakan distorsi harga yang serius. Pada titik ini pelaku usaha yang beroperasi secara legal menghadapi situasi yang tidak adil. Mereka harus menanggung seluruh biaya kepatuhan, sementara pada saat yang sama harus bersaing dengan produk yang dihasilkan tanpa memenuhi kewajiban yang sama. Kondisi ini menciptakan apa yang sering disebut sebagai productivity trap. Ketika harga kayu terus tertekan oleh pasokan ilegal yang murah, pelaku legal kesulitan memperoleh keuntungan yang cukup untuk berinvestasi pada teknologi, rehabilitasi lahan, sertifikasi, atau praktik pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Kedua, di tingkat petani, insentif ekonomi yang mendorong illegal logging sering kali jauh lebih kompleks daripada sekadar motif mencari keuntungan. Bagi banyak rumah tangga petani di sekitar kawasan hutan, terutama yang hidup dalam kondisi kemiskinan, terbatasnya akses lahan, minimnya kesempatan kerja, dan rendahnya diversifikasi sumber pendapatan menjadikan penebangan kayu sebagai salah satu strategi bertahan hidup yang paling mudah diakses.

Ketika pilihan yang tersedia hanya antara memperoleh pendapatan dari hutan atau menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarga, ancaman sanksi hukum sering kali menjadi pertimbangan sekunder.

Oleh karena itu, kebijakan yang hanya berfokus pada pelarangan tanpa menyediakan alternatif mata pencaharian yang layak sering kali tidak menyelesaikan masalah. Aktivitas penebangan mungkin berkurang di permukaan, tetapi berpindah menjadi lebih tersembunyi, lebih terorganisasi, dan lebih sulit diawasi.

Selama pasar masih memberikan keuntungan pada kayu ilegal, selama masyarakat tidak memiliki alternatif penghidupan yang memadai, maka tekanan terhadap sumber daya hutan akan terus berlanjut. Dengan kata lain, selama struktur insentif tersebut tidak berubah, penegakan hukum berpotensi hanya menjadi upaya menekan gejala, bukan menghilangkan akar penyebab masalah.

Jika akar masalah terletak pada insentif ekonomi, maka solusi juga harus diarahkan pada perubahan struktur insentif tersebut. Perubahan yang dimaksud harus ke arah yang memungkinkan pilihan legal menjadi lebih menarik, lebih mudah diakses, dan lebih menguntungkan dibandingkan pilihan ilegal. Konkritnya?

Langkah pertama adalah menurunkan keuntungan relatif yang diperoleh dari aktivitas ilegal. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan memotong berbagai sumber rente yang selama ini menopang illegal logging, mulai dari praktik korupsi dalam perizinan hingga manipulasi dokumen kayu. Langkah kedua adalah mengurangi biaya untuk menjadi legal. Banyak pelaku, terutama masyarakat lokal dan usaha kecil, menghadapi hambatan administratif, biaya transaksi, dan prosedur yang rumit ketika ingin beroperasi secara sah.

Dalam kondisi demikian, legalitas sering kali dipersepsikan sebagai beban, bukan sebagai peluang. Penyederhanaan prosedur, penguatan akses terhadap perizinan yang adil, serta dukungan teknis dan finansial bagi pelaku legal dapat membantu membalik keadaan tersebut. Ketika biaya kepatuhan menurun dan manfaat legalitas meningkat, insentif untuk beroperasi di luar sistem akan berkurang secara alami.

Yang tidak kalah penting, kebijakan kehutanan perlu memberikan perhatian yang lebih besar kepada masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan. Strategi pemberantasan illegal logging harus dibarengi dengan penyediaan alternatif ekonomi yang nyata, baik melalui penguatan perhutanan sosial, pengembangan agroforestri, pembayaran jasa lingkungan, ekowisata, maupun berbagai bentuk usaha berbasis hutan yang berkelanjutan. Ketika masyarakat memperoleh manfaat yang sah, stabil, dan kompetitif dari menjaga hutan, maka insentif untuk terlibat dalam aktivitas ilegal akan semakin berkurang. (*)

Tulisan Lainnya
Berhasil Menjadi Juara Sekaligus Top Score di Ajang Turnamen Futsal Piala Korsa 2023

Rabu, 22 Maret 2023, Fakultas Pertanian sukses memenangkan pertandingan futsal dalam rangka memperingati hari air sedunia. Selain menjadi pemenang dalam pertandingan, juga mendapat peng

27/03/2023 09:04 - Oleh Admin - Dilihat 1151 kali
Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian Universitas Samawa Priode 2023/2024

Saat ini, Universitas Samawa telah membuka PMB untuk tahun 2023/2024. Hal ini menjadi penanda bahwa tahun ajaran baru akan segera dimulai. Bagi para siswa dan siswi yang tengah berada d

14/03/2023 08:56 - Oleh Admin - Dilihat 1116 kali
Pemberitahuan Beasiswa Bank Indonesia Tahun 2023

04/03/2023 14:17 - Oleh Admin - Dilihat 976 kali
Satuan Penjaminan Mutu Fakultas (SPMF)

SPMF Meliputi : Kinerja Dosen, Kinerja Tendik, Ketersediaan Sarana dan Prasarana, Pedoman Akademik, Rapot Dosen, dan RENOP. Dapat diakses melalui link berikut : KLIK DI SINI

20/01/2023 11:31 - Oleh Admin - Dilihat 569 kali
Fakultas Pertanian Melakukan Pelepasan Mahasiswa PKL

Sabtu, 14 Januari 2023. Fakultas Pertanian Adakan Pelepasan Mahasiswa Untuk Melakukan Praktek Kerja Lapangan. Sebanyak 28 orang mahasiswa hadir dalam acara pembekalan sekaligus pelep

19/01/2023 08:55 - Oleh Admin - Dilihat 401 kali
Rangkaian Acara Seminar Nasional, Sosialisasi 4 Pilar dan Temu Alumni oleh Fakultas Pertanian

Fakultas Pertanian UNSA mengadakan Seminar Nasional dan Temu Alumni yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI Senin, 5 Desember 2022, Fakultas Pertanian UNSA

23/12/2022 11:35 - Oleh Admin - Dilihat 1256 kali
Universitas Samawa Wisudahkan 36 Mahasiswa Faperta

Univeritas Samawa telah melaksanakan wisudah kepada 370 orang mahasiswa pada hari Minggu, 9 November 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua dan kerabat mahasiswa wisudahwan. Fakult

24/06/2021 10:18 - Oleh Admin - Dilihat 709 kali
Dies Natalis UNSA ke-20 Adakan Kegiatan Lomba Volley

Universitas Samawa menyambut dies natalis ke-20 dengan berbagai macam rangkaian kegiatan, salah satunya yaitu perlombaan Volleyball antar fakultas. Dosen dan staf merupakan komponen yan

24/06/2021 10:18 - Oleh Admin - Dilihat 695 kali
Jadwal Kegiatan Volleyball UNSA

Kegiata Volleyball yang diselenggarakan untuk menyambut Dies Natalis ke-20 UNSA telah dilaksanakan. Berikut ini merupakan jadwal pertandingan Volleyball yang dilaksanakan. 1. Jadwal unt

24/06/2021 10:18 - Oleh Admin - Dilihat 484 kali
Pertandingan Dosen dan Staf : Fakultas Pertanian Melawan Fakultas Hukum

Berdasarkan jadwal pertandingan yang telah dibagikan oleh pihak panitia, dosen dan staf Fakultas Pertanian akan melawan dosen dan staf Fakultas Hukum. Akankah fakultas pertanian memenan

24/06/2021 10:18 - Oleh Admin - Dilihat 589 kali